Subscribe:

Pages

Wednesday, September 21, 2011

Lebih Dekat Mengenal "Netwrok Interface Card"


Network Interface Card (NIC), juga disebut sebagai Network Adapter,digunakan untuk menghubungkan cmputer ke kabel yang digunakan padalocal area network (LAN). Umumnya, NIC ditempatkan pada komputerexpansion bus melalui slot ISA (8 bit atau 16 bit) atau PCI (32 bit atau 64 bit). NIC mempunyai satu atau lebih port eksternal yang digunakan untuk menempatkan kabel networknya.

Fungsi utama dari NIC adalah mengijinkan komputer untuk berkomunikasi dalam network. Ia melakukan hal ini dengan mengirim/menerima dan mengontrol traffic dengan komputer atau peralatan lain yang ada pada network. Saat mengirim, NIC mengkonvert data dari pararel ke serial, mengencode dan mengompresinya, dan kemudian menempatkannya pada kawat dalam bentuk sinyal listrik atau optik. Proses ini terjadi sebaliknya pada saat menerima. NIC mentranslate sinyal listrik yang diterimanya menjadi bit-bit yang bisa dibaca oleh komputer.


Setiap NIC mempunyai identifikasi unik yang disebut MAC Address yang telah dihard-coded pada cardnya. Sebagai tambahan, setiap NIC harus mempunyai network adapter driver yang mengijinkan ia untuk berkomunikasi dengan network protokolnya. Sebuah NIC spesifik untuk
arsitektur LAN tertentu (misalnya, Ethernet, Token Ring, atau Fiber-Optic). Ada kemungkinginan untuk menginstall lebih dari satu NIC pada komputer yang sama.

Kebanyakan NIC berhubungan langsung ke bus sistem komputer melalui 32-bit PCI slot atau 8-bit atau 16-bit ISA slot untuk komputer lama. NIC beroperasi pada Physical layer, layer yang paling bawah dari model OSI.


MAC Address
-----------
Setiap NIC mempunyai MAC address yang unik yang diberikankepadanya. MAC address, juga direferensikan sebagai physical address, adalah 6-byte (48-bit), hexadesimal serial number yang telah dihard-coded kedalam card oleh pemanufakturnya. Pemanufaktur NIC (misalnya, Intel, 3Com, Cico, dll) harus mengaplikasikan standard IEEE untuk blok address yang diberikan ke cardnya. 3 oktet paling kiri dari address mengidentifikasikan manufaktur dan 3 oktet paling kanan mengidentifikasikan serial number yang unik untuk cardnya. Jika sistem anda menjalankan TCP/IP, anda bisa mendapatkan MAC Address dengan mengetikkan perintah "ipconfig /all" pada dos command prompt atau winipcfg pada windows 95. Catat bahwa MAC adalah singkatan dari Media Access COntrol, bagian dari Data Link Layer pada model IEEE 802.

Jadi, istilah "MAC address" kurang tepat. MAC address direferensikan pada layer ini tapi sebenarnya berada pada physical layer. Meskipun physical address adalah deskripsi yang lebih tepat, MAC address adalah istilah yang sering digunakan dalam prakteknya.

Apa yang dilakukan oleh MAC address
-----------------------------------

MAC address menyediakan jalan untuk membedakan satu NIC dengan NIC yang lain. Operasi pada layer paling bawah dari model OSI (physical dan data-link layer) tidak secara langsung mengenal nama komputer atau alamat protokol (misalnya IP address). MAC address mengijinkan sebuah card untuk mengenali data yang diberikan kepadanya. Sebuah NIC mengecek setiap frame atau packet pada traffic networknya untuk melihat apakah ia berisi MAC address kepunyaannya. Sekali sebuah NIC mengidentifikasi sebuah frame dengan MAC address miliknya, ia akan mendecode dan memproses frame tersebut.

Sebuah bridge, yang beroperasi pada data-link layer, melihat ke MAC address. Sebuah router, yang beroperasi pada network layer, melihat pada protokol addressnya. Jadi, sebuah router mampu untuk melakukan manajemen traffic yang lebih pintar dibanding bridge.


Bagimana NIC dihubungkan ke kabelnya
------------------------------------

Sebuah konektor interface adalah koneksi fisik antara NIC dan kabelnya. Ada tiga tipe interface konektor yang umum yang digunakan pada LAN:

- BNC (British Naval Connector). Digunakan dengan kabel koaksial.
- RJ-45. Sebuah 8-kawat konektor modular yang terlihat mirip dengan
- konektor jack telepon (RJ-11). Digunakan dengan kabel
- twisted-pair. (RJ-11 hanya mempunyai 6 pins, sedangkan RJ-45
- mempunyai 8 pin). AUI (Attachment Unite Interface). Umumnya sebuah
- 15-pin interface yang digunakan dengan kabel koaksial thicknet. Juga
- disebut sebagai DIX (Digital Intel Xerox) interface. Sudah tidak
- umum lagi.

Beberapa NIC mempunyai lebih dari satu interface konektor (misalnya,
satu RJ-45 dan satu BNC).


Bagaimana sebuah NIC dihubungkan ke Komputer
--------------------------------------------

Sebuah bus adalah satu seri baris-baris printed circuit yang membentuk jalur bersama dimana beberapa bagian komputer bisa berkomunikasi. Dengan kata lain, bus adalah rangkaian atau jalur listrik dimana data ditransmisikan.


Setting apa yang digunakan untuk mengkonfigurasi NIC
----------------------------------------------------

Untuk menginstall sebuah NIC pada komputer, NIC harus secara tepat dikonfigurasi. Sementara prosedur yang tepatnya bergantung jenis cardnya, ada beberapa option yang mungkin diperlu diset untuk NIC agar bisa berkomunikasi dengan komputer:

- Interrup Request Line (IRQ) - line hardware yang digunakan utnuk
- mengirimkan servis request ke CPU. Base I/O Port Address - channel
- untuk aliran data antara NIC dan CPU. Base Memory Address - lokasi
- memory (buffer) yang digunakan oleh NIC. DMA Channel - channel
- untuk NIC mengakses memory tanpa perlu melalui CPU. Transceiver
- type - transmit/receive setting, bergantung jenis pengkabelannya.

Tidak semua NIC memerlukan semua option diatas untuk dikonfigurasi. Bergantung pada NIC nya, proses konfigurasi bisa dilakukan melalui software atau membutuhkan setting secara fisik
melalui jumper atau switch pada NIC nya.


Apakah IRQ dan bagaimana ia digunakan untuk mengkonfigurasi NIC
------------------------------------------------------------------------------------

Sebuah IRQ (Interrup Request) line adalah line hardware dimana sebuah device seperti keyboard, disk drive, atau NIC mengirim request untuk service (interrupt) ke CPU. IRQ diberikan dengan prioritas yang berbeda sehingga CPU bisa menentukan kepentingannya dari service request yang datang. System 80286 dan diatasnya mempunyai 16 line IRQ yang diberi nomor 0 sampai 15. Dari semua ini, IRQ 2 dan 9 direserve untuk keperluan system (cascade).


Apakah IRQ conflict
------------------------

Jika sebuah device seperti keyborad atau printer membutuhkan perhatian CPU, ia mengirimkan sinyal melalui IRQ line yang diberikan kepadanya. Jika CPU mendeteksi interrupt ini, ia mengetahui device mana yang mengirimkan sinyal dan mengalokasikan waktunya berdasarkan prioritas requestnya. Beberapa IRQ secara permanen telah diberikan (misalnya IRQ 1 selalu untuk keyboard). Akan tetapi, IRQ yang lain bisa diberikan oleh user. Secara umum hanya satu device yang bisa diberikan untuk IRQ line tertentu. Jika dua device menggunakan IRQ yang sama, CPU tidak bisa membedakan device mana yang memberi sinyal dan hasilnya adalah konfik IRQ.

Dua device bisa menshare IRQ yang sama. Hanya saja mereka tidak bisa menggunakannya pada saat yang bersamaan. Sebagai contoh, jika kedua mouse dan modem diberikan ke IRQ 3 (COM2), konflik mungkin akan muncul. Umumnya, satu atau kedua device ini akan mengunci dan menstart secara tidak teratur. Ada kemungkinan konflik IRQ akan menghasilkan
kegagalan operasi sistem.


Pemberian IRQ dari 0 sampai 15 yang umum
------------------------------------------------------

Untuk sistem 80286 dan setelahnya, setting IRQ umumnya adalah sbb:

- 0 system timer 1 keyboard 2 cascade ke IRQ 9/programmable interrupt
- controller 3 COM2/COM4 (communication ports) 4 COM1/COM3
- (communication ports) 5 LPT2 parallel port, umumnya digunakan juga
- oleh soundcard. 6 Floppy disk controler 7 LPT1 parallel port. 8
- system or real-time clock/CMOS 9 cascade from IRQ 2 10 open 11 open
- 12 OS/2 mouse atau trackball 13 math co-processor 14 hard disk
- controller 15 second hard disk controller


Apakah Base I/O port address dan bagaimana ia digunakan dalam
konfigurasi NIC
--------------------------------------------------------------

Base I/O port menentukan channel yang mana data mengalir dari CPU dan ke I/O device tertentu seperti NIC. Tiap-tiap I/O device harus mempunyai port yang unik atau lokasi memory sehingga device yang lain bisa berkomunikasi dengannya. Selama eksekusi program, data dan
command diarahkan ke port ini.

Beberapa setting I/O port yang sering digunakan untuk NIC adalah 280-29Fh, 300-31Fh, 320-33Fh, 340-35Fh, and 360-37Fh.


Apakah base memory address dan bagaimana menggunakannya pada konfigurasi NIC
------------------------------------------------------------------------------------------------------

Base memory address adalah alamat lokasi pada memory (RAM) dimana CPU
bisa bertukar data dengan device seperti NIC. Memory space disediakan
sebagai buffer untuk menyimpan data yang masuk dan keluar. Base memory
address untuk NIC misalnya pada range C000-D800 .

Tidak semua NIC memerlukan base memory address karena mereka tidak
bertukar data dengan CPU melalui lokasi shared memory.


Bagaimana informasi ditransfer antara NIC dan CPU
-------------------------------------------------

Ada tiga cara utama bagaimana pertukaran informasi antara NIC dan CPU:

1. DMA Transfer. Direct Memory Acces controller mentransfer data
secara langsung dari NIC ke lokasi memory yang disediakan pada
komputer.

2. Shared System Memory. Shared memory bisa dialokasikan pada card
atau pada system. Jika shared memory berada pada card, ia dimap ke
RAM melalui base memory address dan processor merawatnya seperti
lokasi memory yang lain. Jika shared memory berada pada system,
processor khusus pada NIC digunakan untuk memindahkan data ke dan
dari suatu lokasi memory.

3. Bus Mastering. NIC akan membypass CPU, mengambil control ke bus
sistem dan meload data secara langsung ke sistem memory tanpa
interrup ke CPU. Metode ini tersedia hanya pada sistem bus tertentu
yang mensupportnya (misalnya PCI).

Tiap-tiap dari metode ini dapat meningkatkan performansi dari operasi
network melalui basic I/O. Secara umum, bus mastering dan shared
memory lebih baik daripada DMA.


Apakah DMA Channel
---------------------------

DMA (Direct Memory Access) channel digunakan untuk mentransfer data secara langsung antara memory dan device I/O yang pintar seperti NIC. Sebuah DMA channel sebenarnya terdiri dari dua line sinyal; line untuk menerima dan line untuk acknowledgement. DMA channel mengijinkan sebuah device pada expansion board untuk mentransfer data ke atau dari RAM tanpa melalui CPU. Saat device membutuhkan akses ke memory, ia mensinyal CPI melalui DMA channel yang diberikan kepadanya. CPU kemudian keluar dari jalan tersebut dan transfer data mengambil alih tempat secara langsung antara device dan memory. Kekurangan dari metode ini adalah operasi CPU berhenti dan menunggu sampai transfer selesai.

Tidak semua device menggunakan DMA channel. Sebuah tape backup adalah contoh device yang umumnya melakukan hal ini. Kebanyakan NIC tidak menggunakan DMA karena interupsinya ke CPU. Jadi, jika sebuah device membutuhkan DMA channel, channel yang unik harus diberikan atau konflik akan terjadi.

Jumlah DMA channel yang tersedia bergantung pada system bus. Hanya ada 4 channel yang tersedia pada bus ISA 8-bit yang lama. Untuk bus yang lain, ada 8 channel (dinomori 0-7) dan hanya 7 yang disediakan untuk slot ekspansi. Umumnya DRAM refresh, floppy disk controller, DMA controllernya sendiri, dan LPT1 menggunakan DMA channel 0, 2, 4 dan 7 secara berurutan. Channel yang lain umumnya bebas untuk digunakan.

Apakah Transceiver
------------------------

Transceiver adalah sebuah device yang mentransmisikan dan menerima sinyal. Transceiver pada NIC digunakan untuk menerjemahkan aliran data dari pararel (internal) ke serial (eksternal) dan sebaliknya. Transceiver bisa mendeteksi error pada kabel dan menterminate transmisi jika controller (NIC) mentransmit telah melebihi waktu yang ditentukan.

Transceiver adalah bagian inti dari ethernet LAN. Normalnya ia berada pada NIC. Akan tetapi, pada Thicknet cable transceivernya ditempatkan secara external langsung ke kabel.


Apakah pilihan transceiver untuk konfigurasi NIC
------------------------------------------------------------

Umumnya ada tiga pilihan transceiver untuk mengkonfigurasi combo card
pada jaringan ethernet: - twisted pair - thicknet - thinnet

pengkodean data pada sistem komputer dan jaringan

Pengkodean karakter, kadang disebut penyandian karakter, terdiri dari kode yang memasangkan karakter berurutan dari suatu kumpulan dengan sesuatu yang lain. Seperti urutan bilangan natural, octet atau denyut elektrik. Untuk memfasilitasi penyimpanan teks pada komputer dan transmisi teks melalui jaringan telekomunikasi. Contoh umum adalah sandi morse, yang menyandikan huruf alphabet ke dalam rangkaian tekanan panjang pendek dari kunci telegraf, serta ASCII, yang menyadikan huruf, numeral dan simbol-simbol lain, sebagai integrer dan versi biner 7-bit dari integrer tersebut, umumnya ditambah nol-bit untuk memfasilitasi penyimpanan dalam bita 8-bit (octet). Dalam sistem komunikasi digital, pesan yang dikeluarkan oleh sumber umumnya dikompresikan menjadi bentuk lain yang lebih efisien. Proses tersebut dilakukan dalam source encoder, dimana informasi dari sumber dikonversikan menjadi deretan digit biner yang efisien dengan jumlah digit biner yang digunakan dibuat seminimal mungkin.




1. Pengkodean Data

Dalam proses telekomunikasi, data tersebut harus dimengerti baik dari sisi pengirim maupun dari sisi penerima. Untuk mencapai hal tersebut, data harus diubah dalam bentuk khusus yaitu sandi untuk komunikasi data. Berikut adalah sistem sandi yang biasa digunakan:
1. ASCII (American Standard Code for Information Interchange)
a. Standar ini paling banyak digunakan
b. Merupakan sandi 7 bit
c. Terdapat 128 macam symbol yang dapat diberi sandi ini
d. Untuk transmisi asinkron terdiri dari 10 atau 11 bit, yaitu: 1 bit awal, 7 bit data, 1 bit paritas 1 atau 2 bit terakhir.

2. Sandi Baudot Code (CCITT alphabet No.2 / Telex Code)

a. Terdiri dari 5 bit

b. Terdapat 32 macam symbol

c. Digunakan dua sandi khusus sehingga semua abjad dan angka

dapat diberi sandi yaitu:

1. LETTERS (11111)

2. FIGURES (11011)

d. Tiap karakter terdiri dari: 1 bit awal, 5 bit data dan 1 bit akhir

3. Sandi 4 atau 8
a. Sandi dari IBM dengan kombinasi yang diperbolehkan adalah 4

buah “1” dan 4 buah “0”

b. Terdapat 70 karakter yang dapat diberi sandi ini

c. Transmisi asinkron membutuhkan 10 bit, yaitu: 1 bit awal, 8 bit

data dan 1 bit akhir

4. BCD (Binary Coded Decimal)

a. Terdiri dari 6 bit

b. Terdapat 64 kombinasi sandi

5. EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal Interchange Code)

a. Sandi 8 bit untuk 256 karakter

b. Transmisi asinkron membutuhkan 11 bit, yaitu: 1 bit awal, 8 bit

data, 1 bit paritas dan 1 bit akhir.



Pada Gambar 2.1, bentuk x(t) tergantung pada teknik pengkodean dan dipilih yang sesuai dengan karakteristik media transmisi. Gambar 2.1(a) menjelaskan tentang pensinyalan digital, suatu sumber data g(t) dapat berupa digital atau analog, yang di-encode menjadi suatu sinyal digital x(t) dan Gambar 2.1(b) menjelaskan tentang pensinyalan analog, input sinyal m(t) dapat berupa analog atau digital dan disebut sinyal pemodulasi atau sinyal baseband, yang dimodulasi menjadi sinyal termodulasi s(t). Dasarnya adalah modulasi sinyal

carrier yang dipilih sesuai dengan media transmisinya.

Ada empat kombinasi hubungan data dan sinyal, yaitu:

1 Data digital, sinyal digital

Perangkat pengkodean data digital menjadi sinyal digital lebih sederhana
daripada perangkat modulasi digital-to-analog.

2 Data analog, sinyal digital

Konversi data analog ke bentuk digital memungkinkan pengguna
perangkat transmisi dan switching digital.

3 Data digital, sinyal analog

Beberapa media transmisi hanya bisa merambatkan sinyal analog,
misalnya unguided media.

4 Data analog, sinyal analog

Data analog dapat dikirimkan dalam bentuk sinyal baseband, misalnya transmisi suara pada saluran pelanggan PSTN.

2.2.1 Data Digital, Sinyal Digital

Data digital merupakan data yang memiliki deretan data yang memiliki ciri-ciri tersendiri. Salah satu contoh data digital adalah teks. Permasalahannya adalah data tersebut tidak dapat langsung ditransmisikan dalam sistem komunikasi. Data tersebut harus terlebih dahulu diubah dalam bentuk biner.

Elemen sinyal adalah tiap pulsa dari sinyal digital. Data binary atau digital ditransmisikan dengan mengkodekan bit-bit data kedalam elemen-elemen sinyal. Faktor kesuksesan penerima dalam mengartikan sinyal yang datang:

a. Ratio Signal to Noise (S/N) : peningkatan S/N akan menurunkan bit error

rate.

b. Kecepatan data (data rate) : peningkatan data rate akan meningkatkan bit

error rate (kecepatan error pada bit)

c. Bandwidth : peningkatan bandwidth data meningkatkan

data rate

Hubungan ketiga faktor tersebut adalah:
1. Kecepatan data bertambah, maka kecepatan error pun bertambah, sehingga memungkinkan bit yang diterima error.

2. Kenaikan S/N mengakibatkan kecepatan error berkurang.
3. Lebar bandwidth membesar yang diperbolehkan, kecepatan data akan
bertambah.

Faktor-faktor yang mempengaruhi coding:

a. Spektrum sinyal = jumlah komponen frekuensi tinggi yang sedikit berarti lebih hemat bandwidth transmisi
b. Clocking = menyediakan mekanisme sinkronisasi antara source dan destination.

c. Deteksi kesalahan = kemampuan error detection dapat dilakukan secara

sederhana oleh skema line coding.

d. Kekebalan terhadap interferensi sinyal dan derau = dinyatakan dalam BER

e. Biaya dan kompleksitas = semakin tinggi laju pensinyalan atau laju data,

semakin besar biaya.
Teknik data digital, sinyal digital terbagi atas:

1. Non-Return to Zero / NRZ

a. NRZ-L (NRZ-Level)

Hal ini dapat dilihat pada Gambar 2.2a.

1. Dua tegangan yang berbeda antara bit 1 dan bit 0

2. Tegangan konstan selama interval bit

3. Tidak ada transisi yaitu tegangan no return to zero

b. NRZ-I (NRZ-Inverted)

Hal ini dapat dilihat pada Gambar 2.2b.
1. Pulsa tegangan konstan untuk durasi bit
2. Transisi = 1
3. Tidak ada transisi = 0

2. Biphase

a. Manchester, dapat dilihat pada Gambar 2.2e.
b. Differensial Manchester, dapat dilihat pada Gambar 2.2f.
3. Multilevel Binary

a. Bipolar AMI

Suatu kode dimana binary „0‟ diwakili dengan tidak adanya line

sinyal dan binary „1‟ diwakili oleh suatu pulsa positif atau

negatif. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 2.2c.

b. Pseudoternary

Suatu kode dimana binary '1' diwakili oleh ketiadaan line sinyal

dan binary '0' oleh pergantian pulsa-pulsa positif dan negatif.

Hal ini dapat dilihat pada gambar :

2.2.2 Data Digital, Sinyal Analog

Transmisi data digital dengan menggunakan sinyal analog. Contoh umum

yaitu public telephone network . Device yang dipakai yaitu modem (modulator

demodulator) yang mengubah data digital ke sinyal analog (modulator) dan

sebaliknya mengubah sinyal analog menjadi data digital (demodulator).
Tiga teknik dasar encoding atau modulasi untuk mengubah data digital

menjadi sinyal analog:

1. ASK (Amplitude-shift keying)

Modulasi yang menyatakan sinyal digital 1 sebagai suatu nilai

tegangan tertentu (misalnya 1 Volt) dan sinyal digital 0 sebagai sinyal

digital dengan tegangan 0 Volt. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 2.3a.

2. FSK (Frequency-shift keying)

Modulasi yang menyatakan sinyal digital 1 sebagai suatu nilai

tegangan dengan frekuensi tertentu, sementara sinyal digital 0 dinyatakan

sebagai suatu nilai tegangan dengan frekuensi tertentu yang berbeda. Hal

ini dapat dilihat pada Gambar 2.3b.

3. PSK (Phase-shift keying)

Modulasi yang menyatakan sinyal digital 1 sebagai suatu nilai

tegangan tertentu dengan beda fasa tertentu pula (misalnya tegangan 1

Volt dengan beda fasa 0 derajat), dan sinyal digital 0 sebagai suatu nilai

tegangan tertentu (yang sama dengan nilai tegangan sinyal PSK bernilai 1,

misalnya 1 Volt) dengan beda fasa yang berbeda (misalnya beda fasa 180

derajat). Hal ini dapat dilihat pada Gambar 2.3c.

Tiga teknik dasar encoding atau modulasi tersebut dapat dilihat pada

Gambar 2.3.

2.2.3 Data Analog, Sinyal Digital

Transformasi data analog ke sinyal digital, proses ini dikenal sebagai

digitalisasi. Tiga hal yang paling umum terjadi setelah proses digitalisasi adalah:

1. Data digital dapat ditransmisikan menggunakan NRZ-L.

2. Data digital dapat di-encode sebagai sinyal digital memakai kode NRZ-L.

Dengan demikian, diperlukan step tambahan

3. Data digital dapat diubah menjadi sinyal analog, menggunakan salah satu

teknik modulasi

2.2.4 Data Analog, Sinyal Analog

Alasan dasar dari proses ini adalah diperlukannya frekuensi tinggi untuk

transmisi yang efektif. Untuk transmisi unguided, hal tersebut tidak mungkin

untuk mentransmisi sinyal-sinyal baseband dan juga antena-antena yang

diperlukan akan menjadi beberapa kilometer diameternya, modulasi mendukung

frequency-division multiplexing .

Teknik Modulasi memakai data analog adalah:

1. Amplitude Modulation (AM)

Modulasi ini menggunakan amplitudo sinyal analog untuk

membedakan kedua keadaan sinyal digital, dimana frekuensi dan phasenya

tetap, amplitudo yang berubah. AM adalah modulasi yang paling mudah,

tetapi mudah juga dipengaruhi oleh keadaan media transmisinya. Hal ini

dapat dilihat Gambar 2.7(a). 2. Frequency Modulation (FM)

Modulasi ini menggunakan sinyal analog untuk membedakan

kedua keadaan sinyal digital, dimana amplitudo dan phasenya tetap,

frekuensi yang berubah. Kecepatan transmisi mencapai 1200 bit per detik.

Untuk transmisi data sistem yang umum dipakai FSK. Hal ini dapat dilihat

Gambar 2.7(b).

3. Phase Modulation (PM)

Modulasi ini menggunakan perbedaan sudut phase sinyal analog

untuk membedakan kedua keadaan sinyal digital, dimana frekuensi dan

amplitudo tetap, phase yang berubah. Cara ini paling baik, tapi paling

sukar, biasanya dipergunakan untuk pengiriman data dalam jumlah besar yang banyak dan kecepatan yang tinggi. Hal ini dapat dilihat Gambar

2.7(c).

Teknik Modulasi memakai data analog ini dapat dilihat pada

Gambar 2.7.